Memulai Pengetahuan Anak Tentang Keuangan

Sejak tahun lalu saya mulai mengikuti dan belajar hal-hal baru yang berkaitan dengan keuangan. Kebanyakan saya membaca mengenai personal finance atau keuangan perorangan. Lumayan banyak ilmu menarik yang sebelumnya saya tidak tau seperti polis-polis asuransi, reksadana, pengelolaan hutang, dana darurat dan investasi. Setelah beberapa lama saya membaca-baca soal dunia keuangan ini, saya berpikir “kenapa ya ga dari dulu aja saya tau hal-hal penting ini? Kenapa baru sekarang?”. Walaupun agak menyesal, tapi tidak ada kata terlambat untuk belajar. Dulu di sekolahan pun ga di ajarin soal managemen uang pribadi, bagaimana cara mengatur cash flow pribadi. Yang saya tau Cuma harus nabung aja. Saya rasa pelajaran mengenai mengatur keuangan pribadi layak untuk menjadi kurikulum di sekolah, karena sangat berkaitan erat dengan kehidupan nyata. Untuk itulah saya pikir saya harus mulai mengajarkan anak saya tentang uang. Ya tentunya bukan tentang mengatur keuangan, berhubung anak masih kecil. Tentunya mengajarkan sesuai dengan umur anak.

Untuk anak seumur TK yang sudah hampir masuk SD, diperlukan pelajaran keuangan yang sesuai dengan umur dan tingkat keampuan anak. Saya mencari buku yang berkaitan dengan hal tersebut dan pada saat saya ke Gramedia saya menemukan buku yang bagus dan sesuai dengan umur anak. Buku ini saya rekomendasikan karena berbentuk buku cerita komik yang ringan tetapi mempunyai pesan-pesan bermakna mengenai uang. Buku bisa di gunakan oleh anak yang sudah bisa membaca, anak saya mulai bisa baca di umur 5 setengah tahun.

Jangan salah mengartikan, mengajarkan uang kepada anak bukan berarti mengajarkan anak hanya berfokus kepada uang semata. Tetapi lebih kepada membentuk pola pikir yang benar mengenai uang, dengan harapan nantinya anak akan lebih cepat pintar masalah keuangan daripada orang tuanya. Ada baiknya buku apapun yang anda belikan untuk anak, anda baca terlebih dahulu untuk meyakinkan bahwa buku tersebut adalah buku yang memang sesuai dengan ekspektasi anda.

Buku ini ada beberapa seri, sejauh ini saya baru membeli 2 saja.

Judul Buku: Aku Bisa Kaya , seri “Mengatur Uang Jajan”

                     Aku Bisa Kaya , seri “Menghemat itu Harus”

Penerbit: Papyrus

Pengarang: Lee Hoon-Jee dan Yoo Ha

Beli di: Gramedia, Tokopedia dan Shopee

Buku ini di karang oleh penulis dari Korea namun tellah di terjemahkan ke Bahasa Indonesia. Keunggulan  dari buku tersebut untuk anak-anak:

  1. Berbentuk cerita komik
This is the book which my son is eager to put bookmarks on
This is the book which my son is eager to put bookmarks on

Anak-anak cenderung tertarik padaa buku dalam format komik dimana ada beberapa tokoh cerita di dalamnya dengan karakter masing-masing. Di awal buku aka nada penjelasan mengenai sifat-sifat karakter yang ada di buku ini. Buku ini terbagi atas 16 bab dengan cerita yang berbeda-beda. Setting cerita di dalam buku ini adalah cerita keseharian murid SD di sekolah. Gambarnya lucu dan menarik, cara membawakan ceritanya pun ringan dan menghibur untuk anak.

  1. Pengetahuan finansial yang cocok untuk anak TK yang sudah bisa membaca hingga anak SD

Untuk anak-anak tentunya tidak bisa langsung kita ajarkan mengenai pentingnya dana darurat, asuransi apalagi investasi. Pengetahuan financial untuk anak dalam buku ini di mulai dari hal-hal simple seperti menabung uang receh/koin di dalam celengan. Pelajaran untuk hidup berhemat dengan tidak terus menerus meminta di belikan mainan kepada orang tua.

  1. Pengertian dan penjelasan

img_3583

Cerita didalam buku ini juga memperkenalkan berbagai istilah-istilah baru yang mungkin belum di pahami oleh anak, dan terdapat penjelasan mendetail mengenai istilah tersebut. Untuk lebih jelasnya, orang tua dapat membantu menjelaskan lebih lanjut dengan memberikan contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti misalnya di salah satu cerita bahwa kita bisa melakukan penghematan dengan membeli barang-barang yang dapat diisi ulang dan juga melakukan daur ulang dari barang-barang yang sudah tidak terpakai. Di buku ini memberi penjelasan apa yang di maksud dengan daur ulang, barang apa yang bisa di daur ulang dan bagaimana mendaur ulang suatu barang sehingga bisa di pakai Kembali.

  1. Tips-tips mengenai hidup berhemat

img_3584

Banyak sekali tips tentang bagaimana hidup berhemat bisa di lakukan oleh anak-anak yang disampaikan secara lucu dan menarik. Salah satu tips dalam buku ini adalah membuat daftar belanjaan ketika akan berbelanja ke supermarket, hal ini di maksudkan untuk mencegah pembelian yang tidak di rencanakan. Tips lainnya yang berguna adalah, bagaimana mengatur uang jajan dengan mencatat pengeluaran uang jajan untuk mengetahui apakah pemakaian uang jajan sudah sesuai dengan kebutuhan.

Hal seperti ini mungkin terlihat kecil dan  tidak terlalu penting bagi orang tua, tapi anak-anak belum mengetahui hal seperti ini. Sering kali kita sebagai orang tua pun tidak melakukan pencatatan pengeluaran rumah tangga dengan baik, padahal kita tahu bahwa hal itu penting untuk dilakukan. Sebagian orang tua menganggap pembahasan tentang uang kepada anak adalah hal yang sulit. Apa saja yang perlu di ajarkan dan bagaimana cara mengajarkannya. Menurut saya buku-buku seperti inilah yang bisa sangat membantu orang tua untuk memberikan pelajaran dasar mengenai keuangan kepada anak.

  1. Bimbing dan berikanlah contoh konkrit dalam kehidupan kita

Saya pribadi tidak hanya menemani anak saya pada saat membaca buku-buku tersebut, tetapi juga saya membantu memahami apa yang di maksud dalam buku tersebut. Tugas kita sebagai orang tua tidak berhenti sampai membelikan buku untuk di baca saja, tetapi juga memantau isi buku, membimbing dan selalu siap untuk menjadi tempat bertanya bagi anak.

Apabila dalam membaca buku tersebut ada sesuatu yang tidak di mengerti oleh anak, maka kita harus membantu memberikan penjelasan lebih nyata yang bisa lebih mudah di pahami oleh anak.

Memulai kebiasaan baca kepada anak memang tidak mudah, untuk itu sebagai orang tua saya pun ikut membacanya. Di saat membaca buku “Aku bisa kaya” pun di mulai perlahan-lahan, dengan memperlihatkan gambar-gambarnya yang lucu terlebih dahulu, kepada anak, kemudian memperkenalkan karakter-karakter yang ada di dalam cerita. Saat benar-benar mulai membaca pun, saya meminta anak untuk membaca 2 halaman saja dulu pada awalnya. Kemudian di tambah menjadi 4 halaman dan seterusnya. Yang terpenting adalah jadikan kegiatan belajar dan membaca buku sebagai sesuatu yang menyenangkan dilakukan supaya anak pun menjadi antusias melakukannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s